Selasa, 27 Juni 2017

Makna Lebaran dan Tingkat Kehidupan

Setiap tahun masyarakat kita merayakan Idul Fitri dan orang sering menyebut Lebaran. Entah dari mana asal kata Lebaran. Mungkin diambil dari bahasa Jawa dari kata lebar yang berarti bubar, mungkin selesai puasa satu bulan. Ada puncak kegembiraan setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh, sehingga ini menimbulkan jargon " yang tidak puasa tidak lebaran". Nah...berarti Anda yang tidak puasa tidak cocok untuk merayakan lebaran (just kidding..)

Idul Fitri hendaknya
dimaknai sebagai daya ungkit untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan dan kiimanan kita. Perayaan Idul Fitri merupakan pernyataan kemenangan memerangi hawa nafsu. Jadi makna perayaan lebaran ini lebih tepat ditujukan bagi mereka yang benar-benar telah berjuang penuh , berpuasa khusuk, mengerjakan amalan Ramadhan yang peuh berkah dan menjadi kesempatan untuk melebur segala dosa dan meraih pahala sebanyak-banyaknya.

Idul Fitri hendaknya menjadikan kita untuk lebih bersungguh-sungguh berbagi kepada orang sekitar kita yang masih membutuhkan uluran tangan dari kita. Tentu ini juga menjadi spirit baru untuk kerja keras dalam meningkatkan taraf hidup kita.

Kembali ke Fitri, kembali dengan semangat baru untuk berjuang dalam menegakkan kefitrhan sebagai makhluk Allah SWT yang bertaqwa dan menyandarkan kehidupan kepada sang pencipta.

Semoga Allah SWT meridhoi kita semua.